Sunday, January 17, 2021

Beli Fish and Chip(s) di Nottingham City Centre (Sekolah Master di Inggris part 3)

Ini masih di hari pertama sejak tiba di Student Accommodation Willougby Hall, the University of Nottingham (UNINOT). Hari sudah menjelang siang bahkan sudah hampir sore membuat perut yang tadinya belum diisi makanan semenjak pagi (kecuali makanan yang disediakan di pesawat) menjadikan perut pun terasa keroncongan alias lapar sekali. Dengan kebaikan dari teman satu kota di Palangka Raya yaitu Mas S dan Bang AJ (keduanya sedang studi PhD di UNINOT) saya diajak untuk pergi jalan-jalan ke pusat kota Nottingham atau Nottingham City Centre untuk cari makan siang sekalian memperkernalkan ke saya kondisi pusat kota serta bagaimana cara menuju pusat kota dengan transportasi umum. Kami bertiga sepakat naik bus ke kota dari halte di kampus yang lokasinya tidak jauh dari tempat hall dimana saya tinggal. 

Singkat cerita kami bertiga sudah ada di dalam bus yang sedang menuju kota dan setelah mendekati halte di city centre salah satu teman memencet tombol yang ada di dalam bus sebagai tanda bagi sopir bus bahwa kami akan berhenti dan turun di halte depan (teman saya mengingatkan saya kalau mau minta berhenti jangan lupa pencet tombol). Dengan cekatan namun pasti si sopir kemudian memperlahan laju bus, menepi dan menghentikan bus persis di halte bus pusat kota. Sekejap kemudian kami bertiga turun sambil mengucapkan thank you kepada sang sopir dan berjalan kemudian menuju kearah keramaian kota.

Pada saat perjalanan di dalam bus dari halte kampus UNINOT menuju pusat kota, kedua rekan telah mengingatkan saya tentang tata krama saat melakukan perjalanan dengan transportasi umum khususnya bus di Nottingham City. Pertama, pada saat bus masih bergerak dan akan berhenti jangan pernah berdiri dari tempat duduk apalagi sambil berjalan-jalan menuju kearah pintu bus. Tunggulah sampai bus benar-benar berhenti bergerak, dan baru kemudian kita berdiri dari tempat duduk kemudian berjalan menuju pintu keluar bus (sopir bus tidak akan berangkat atau menjalankan bus apabila penumpang yang akan turun belum benar-benar turun dan keluar dari bus). Kedua, saat akan keluar dan turun dari bus jangan pernah lupa untuk selalu mengucapkan terima kasih atau say thank you kepada sopir (hal tersebut merupakan sopan santun dan bentuk hormat yang paling hakiki kepada sopir di Inggris). Ketiga, jangan sekali-kali menduduki kursi di bus yang disediakan bagi orang lanjut usia (elderly people), orang kebutuhan khusus seperti orang cacat (disabled people), orang hamil (pregnant people) atau orang berkebutuhan khusus (people with special needs). Keempat, apabila ada orang lanjut usia atau anak-anak mau turun atau naik dari bus biarkan mereka turun atau naik terlebih dahulu baru kemudian kita yang turun atau naik. 

Setelah berjalan beberapa saat di area city centre, karena rasa lapar perut sudah tidak kompromistis lagi, maka saya memutuskan untuk membeli makanan yang kebetulan saat itu ada food stall yang sedang menjual ikan goreng dan kentang goreng atau dikenal dengan nama “Fish and Chips” disana. Nah disinilah pengalaman paling lucu namun paling berharga yang saya dapatkan dalam menggunakan Bahasa Inggris hahaha. Singkat cerita berikutlah dialog antara saya dengan di penjual “Fish and Chips”, ingat Chips pakai huruf “s”, bukan “chip” tanpa huruf “s”, yang selalu saya ingat seumur hidup saya hahaha 😆😆😆. 

Saya: “Hi can I have fish and chip please?” (saya bilang chip tanpa “s”). 
Penjual: “Sorry, what “fish and chip?” jawab si penjual heran. 
Saya: “Yes fish and chip please”, timpal saya dengan yakin seyakinnya hahaha 😀😀. 
Penjual: “Are you sure sir? Please say it again?” timpal si penjual dengan wajah penuh tanya. 
Saya: “yes fish and chip please” kembali saya yakin si penjual. 
Penjual: “Ok if you said “fish and chip”, it meant that you will buy “one fish” (sambil angkat satu potong ikan goreng) dan “one chip” (sambil ngangkat satu iris kentang goreng kecil). “Are you still sure with that? Dia minta konfirmasi ke saya. 
Saya: “Oh no..no one fish and many chips” jawab saya hahaha 😀😀😀. 
Penjual: “That’s why we called it here “fish and chips”, “chip” with “s”, NOT “chip” without “s” ujar si-penjual sambil tersenyum. 
Saya: “Oh ok I am sorry” timpal saya sambil menahan rasa malu yang sangat (masa calon mahasiswa master belum bisa membedakan antara “chips” dan “chip” hahaha 😂😂😂). 
Penjual: “Here you are sir, enjoy your meal and 2.25 pound please”, kata dia sambil meminta saya membayar “fish and chips” tersebut.

Setelah membayar dan mengucapkan thank you, saya kemudian saya pergi sambil menikmati “fish and chips” tersebut untuk mengisi perut yang sudah sangat lapar sembari mengingat-ngingat dialog antara saya dengan si penjual food stall yang sedikit memalukan.
Pembelajaran dari cerita ini bahwa penggunaan kata-kata dalam Bahasa Inggris harus tepat apakah kita pakai kata “tunggal atau singular” atau “kata jamak atau plural” agar tidak menimbulkan misinterpretasi saat berkomunikasi dengan orang lokal di Inggris
.

No comments:

Short Interview with a Tourist from Australia on Pulau Padar NTT

On 7th July 2022 I visited Pulau Padar (Padar Island), one of the Islands in the Komodo National Park in Nusa Tenggara Timur Province. Pulau...